Riwayat Panjang Telkom: Melacak Jejak Telekomunikasi Bangsa Sejak 1856

Apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana komunikasi di Indonesia bisa semaju sekarang? Dari Sabang sampai Merauke, kita bisa terhubung dengan mudah melalui telepon dan internet. Di balik kemudahan ini, ada sebuah nama besar yang perjalanannya menyatu dengan sejarah bangsa: Telkom Indonesia. Membahas sejarah Telkom bukan sekadar membicarakan sebuah perusahaan, tetapi juga menelusuri evolusi cara kita berkomunikasi sebagai sebuah negara. Perjalanan ini dimulai jauh sebelum nama “Telkom” itu sendiri ada, berawal dari seutas kabel telegraf yang menjadi saksi bisu lahirnya telekomunikasi di bumi pertiwi.
Kisah Telkom adalah cerminan dari kemajuan teknologi dan pembangunan Indonesia. Dari layanan telegraf sederhana yang hanya bisa dinikmati segelintir orang, hingga kini menyediakan jaringan internet fiber optik yang masuk ke jutaan rumah. Perusahaan ini telah melalui berbagai fase, mulai dari badan usaha di bawah pemerintahan kolonial, menjadi jawatan di awal kemerdekaan, bertransformasi menjadi perusahaan umum, hingga akhirnya menjadi perseroan terbuka yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek internasional. Mari kita telusuri bersama setiap babak penting dalam riwayat panjang raksasa telekomunikasi kebanggaan Indonesia ini.
Akar Sejarah: Era Kolonial dan Cikal Bakal Telekomunikasi Nasional
Jauh sebelum kita mengenal smartphone atau internet, cikal bakal telekomunikasi di Nusantara lahir pada tanggal 23 Oktober 1856. Pada hari itulah, pemerintah Kolonial Hindia Belanda secara resmi mengoperasikan layanan telegraf elektromagnetik pertama. Jaringan perdana ini membentang sepanjang 115 kilometer, menghubungkan Batavia (sekarang Jakarta) dengan Buitenzorg (sekarang Bogor). Momen ini dianggap sebagai titik nol, fondasi awal dari seluruh bangunan industri telekomunikasi yang kita nikmati hari ini. Tanggal tersebut kemudian diresmikan sebagai hari lahir Telkom.
Melihat potensi besar dari layanan ini, pemerintah Hindia Belanda kemudian membentuk sebuah badan usaha swasta yang khusus menangani layanan pos dan telegraf pada tahun 1884. Namun, untuk menyatukan dan mengefisienkan layanan, pada tahun 1906 pemerintah mengambil alih seluruhnya dan membentuk sebuah lembaga pemerintah bernama Post, Telegraaf en Telefoon Dienst (Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon) atau PTT. Inilah pertama kalinya layanan pos dan telekomunikasi berada dalam satu atap organisasi yang terpusat. Jawatan PTT terus beroperasi dan mengembangkan jaringannya di seluruh Hindia Belanda hingga kekuasaan beralih ke tangan Jepang pada tahun 1942.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, para pemuda pejuang mengambil alih Kantor Pusat PTT di Bandung dari tangan Jepang pada 27 September 1945. Peristiwa heroik yang dikenal sebagai Hari Bhakti Postel ini menjadi tonggak penting penegasan kedaulatan Indonesia atas aset telekomunikasinya. Jawatan PTT pun resmi berada di bawah kendali pemerintah Republik Indonesia. Pada masa ini, tantangannya luar biasa besar. Selain harus memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat perang, Jawatan PTT juga berperan vital dalam mendukung perjuangan diplomasi dan militer Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.
Era Perusahaan Negara dan Pemisahan Entitas Telekomunikasi
Memasuki dekade 1960-an, pemerintah Indonesia mulai melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap badan-badan usaha milik negara. Jawatan PTT yang selama ini mengelola tiga layanan sekaligus—pos, telegraf, dan telepon—dianggap perlu dipecah agar bisa lebih fokus dan efisien dalam pengelolaannya. Momen krusial ini terjadi pada tahun 1965.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1965, Jawatan PTT resmi dibubarkan dan dipecah menjadi dua perusahaan negara (PN) yang berbeda. Pertama adalah Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) yang kini kita kenal sebagai PT Pos Indonesia, dan yang kedua adalah Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Inilah momen lahirnya sebuah entitas yang secara khusus hanya mengurusi bidang telekomunikasi. Pemisahan ini memungkinkan PN Telekomunikasi untuk mencurahkan seluruh sumber dayanya guna membangun dan memodernisasi infrastruktur telepon dan telegraf di seluruh negeri.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1974. Status PN Telekomunikasi diubah menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel). Perubahan status menjadi Perum (Perusahaan Umum) memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan bisnis, meskipun masih sepenuhnya dimiliki oleh negara. Selama era Perumtel, salah satu pencapaian terbesar yang menjadi kebanggaan nasional adalah peluncuran Satelit Palapa A1 pada 8 Juli 1976. Satelit ini merevolusi sistem komunikasi domestik, memungkinkan siaran televisi dan panggilan telepon jarak jauh menjangkau seluruh pelosok Nusantara dengan lebih andal. Era Perumtel adalah era pembangunan masif jaringan telepon kabel, sentral telepon otomatis, serta jaringan komunikasi jarak jauh yang menjadi tulang punggung perekonomian dan persatuan bangsa.
Transformasi Besar: Menjadi Perseroan, IPO, dan Revolusi Seluler
Dekade 1990-an menjadi saksi transformasi paling fundamental dalam sejarah Telkom. Seiring dengan perubahan iklim ekonomi global dan kebutuhan akan modal yang besar untuk ekspansi, pemerintah memutuskan untuk mengubah status Perumtel menjadi Perseroan Terbatas (Persero). Tepat pada tanggal 24 September 1991, lahirlah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), atau yang akrab kita sapa Telkom. Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perubahan total dalam budaya kerja dan orientasi bisnis dari birokrasi menjadi korporasi yang profesional dan berorientasi pada keuntungan.
Puncak dari transformasi ini terjadi pada 14 November 1995. Telkom mencatatkan sejarah sebagai perusahaan milik negara Indonesia pertama yang melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) secara bersamaan di dua bursa efek dunia: Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dan New York Stock Exchange (NYSE). Langkah berani ini membuka keran pendanaan internasional, menuntut Telkom untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan dan berstandar global, serta meningkatkan citranya di mata investor dunia.
Pada tahun yang sama, 1995, Telkom bersama Indosat mendirikan sebuah anak perusahaan yang akan mengubah wajah telekomunikasi Indonesia selamanya: PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel. Awalnya mungkin tidak banyak yang menduga, namun layanan telepon seluler berbasis teknologi GSM ini mengalami pertumbuhan yang eksplosif. Dalam waktu singkat, Telkomsel menjadi pemimpin pasar dan mendorong penetrasi telepon genggam secara masif di tengah masyarakat. Kehadiran Telkomsel secara perlahan tapi pasti menggeser dominasi telepon kabel (fixed line) dan menjadikan komunikasi nirkabel sebagai norma baru di Indonesia.
Untuk mempercepat pembangunan jaringan telepon kabel yang saat itu masih sangat dibutuhkan, Telkom juga menggulirkan skema Kerja Sama Operasi (KSO) pada periode 1995-1997. Melalui skema ini, Telkom menggandeng beberapa mitra strategis asing untuk membangun dan mengelola jaringan di lima wilayah telekomunikasi (divre) di Indonesia. Meskipun sempat menuai pro dan kontra, skema KSO ini terbukti berhasil menambah jutaan sambungan telepon baru dalam waktu yang relatif singkat.
Memasuki Milenium Baru dan Lompatan ke Era Digital
Memasuki abad ke-21, tantangan yang dihadapi Telkom berubah drastis. Bisnis telepon kabel tradisional mulai menurun seiring meroketnya popularitas seluler. Di sisi lain, sebuah teknologi baru bernama internet mulai merasuki kehidupan masyarakat. Menyadari pergeseran ini, Telkom tidak tinggal diam. Perusahaan ini mulai berinvestasi besar-besaran pada layanan internet, yang diawali dengan produk legendaris Telkomnet Instan dan kemudian layanan broadband pertama melalui teknologi ADSL yang diberi nama Speedy.
Puncaknya, Telkom melakukan reposisi bisnis secara fundamental. Dari yang semula hanya perusahaan telekomunikasi (Telco), Telkom bertransformasi menjadi penyedia layanan TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment, and Services). Visi ini diwujudkan melalui berbagai inovasi produk. Salah satu yang paling sukses adalah IndiHome, yang diluncurkan pada tahun 2015. IndiHome mengintegrasikan tiga layanan utama—internet berkecepatan tinggi (fiber optic), telepon rumah, dan televisi interaktif (IPTV)—dalam satu paket. Produk ini sukses besar dan menjadikan Telkom sebagai pemain utama di pasar fixed broadband Indonesia.
Kini, Telkom telah melampaui citranya sebagai perusahaan telepon. Perseroan ini telah menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Fokus bisnisnya meluas ke berbagai sektor digital, mulai dari pembangunan pusat data (data center) berskala besar, penyediaan layanan komputasi awan (cloud computing) untuk korporasi dan pemerintah, hingga investasi pada berbagai perusahaan rintisan (startup) digital melalui MDI Ventures. Perjalanan panjang yang dimulai dari seutas kabel telegraf di Batavia telah membawa Telkom menjadi sebuah BUMN raksasa digital yang perannya sangat vital dalam menyongsong masa depan Indonesia yang semakin terhubung. Sejarah Telkom adalah bukti nyata kemampuan beradaptasi dan berinovasi tanpa henti, sebuah warisan yang akan terus berlanjut seiring dengan kemajuan zaman.
Terkadang, saat asyik menikmati layanan telekomunikasi, kamu mungkin lupa mengisi pulsa hingga masa tenggang atau justru memiliki pulsa berlebih yang tidak terpakai. Jangan biarkan pulsa kamu hangus atau mengendap sia-sia! Kami di convert pulsa sukmaconvert siap membantu kamu mengubah pulsa berlebih tersebut menjadi uang tunai yang bisa langsung masuk ke rekening bank atau dompet digital favoritmu. Tukarkan pulsmu sekarang di sukmaconvert dan nikmati berbagai keunggulannya.
- Proses cepat dan mudah. Kamu tidak perlu menunggu lama, karena transaksi di sukmaconvert diproses dalam hitungan menit saja.
- Dijamin Aman. Kami adalah perusahaan yang memiliki izin dan legalitas resmi, sehingga setiap transaksi kamu terjamin keamanannya.
- Melayani penukaran pulsa dalam bentuk uang ke dompet digital (OVO, DANA, GoPay, ShopeePay dan lainnya), serta transfer ke berbagai bank (BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI dan bank lainnya).
- Rate (kurs) konvert dijamin tertinggi. Kami memberikan nilai tukar terbaik untuk pulsa kamu, memastikan kamu mendapatkan hasil yang maksimal.
- Layanan 24 jam. Butuh menukar pulsa di tengah malam? Tenang, tim kami siap melayani kamu kapan pun, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
- Berpengalaman sebagai salah satu pelopor dalam layanan convert pulsa di Indonesia, kami tahu cara memberikan pelayanan terbaik untuk kalian.
- Melayani convert pulsa dari berbagai operator (Telkomsel, Indosat, Tri, Axis, Smartfren, XL), memberikan fleksibilitas penuh untuk kamu.
- Bebas potongan biaya admin. Jumlah yang kamu lihat adalah jumlah yang akan kamu terima, tanpa ada biaya tersembunyi.